TERHADAPEKOSISTEM TERUMBU KARANG: STUDI KASUS DI TWP GILI MATRA (GILI AIR, GILI MENO DAN GILI TRAWANGAN) PROVINSI NTB (Juvenil karang) dari 6,66 ind.m-1 ± 1,04 SE di tahun 2012 menjadi 1,41 ind.m-1 ± 0,16 SE di tahun 2016. Dampak lainnya yaitu penurunan sedang dan rentan dapat dilihat dalam Tabel 2. Ikan terumbu Sedangkankondisi terumbu karang di Indonesia hasil penelitian Oseanografi LIPI tahun 2012 di 1.133 lokasi menunjukkan hanya 5,30 % terumbu karang yang kondisin ya sangat baik, 27,19 % baik, 37, 25 % Tujuanstudi yaitu untuk mengetahui struktur komunitas biota karang dan biota asosiasi di kawasan terumbu karang. Data tutupan karang diperoleh dengan menggunakan metode LIT (Line Intercept Transect) sedangkan untuk biota asosiasi diperoleh dengan dilihat dari jumlah spesies dalam suatu kawasan, berikut jumlah individu dalam Rfi = Fi/∑F X Kejadiancoral bleaching pada bulan Mei 2016 di terumbu karang Pulau Liukangloe menyebabkan tutupan karang sekitar 13,12% pada kedalaman 10 m dan kurang lebih 6-7% pada kedalaman 3 m (Nirwan et al Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu.

dilihat dari jenisnya terumbu karang di indonesia